https://drive.google.com/file/d/1MlX-dUumDYEOgPw9yW8g-BHMPopty2FT/view?usp=sharing
Kamis, 14 Oktober 2021
Rabu, 13 Oktober 2021
POWER POINT PENGUATAN PERPUSTAKAAN
https://docs.google.com/presentation/d/1Fp_JONPVBnOHOd3ylpTO25BFmENqGLIMztu0FcBRucE/edit?usp=sharing
Selasa, 12 Oktober 2021
PTK PROBEX
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
IPA PADA MATERI PELAJARAN TEKANAN ZAT DAN PENERAPANNYA DALAM
KEHIDUPAN SEHARI-HARI
MELALUI METODE PROBEX
(Predict-Observe-Explain) PADA SISWA KELAS VIII-1 SMP NEGERI 1 LABUHAN DELITAHUN PELAJARAN 2017/2018
(PENELITIAN TINDAKAN KELAS)
OLEH
NONA FAZIERA SARI SPd.MSi
NIP: 197209232005022003
DINAS
PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
SMP NEGERI
1 LABUHAN DELI
JL VETERAN
PASAR IV KECAMATAN LABUHAN DELI
DELI SERDANG
2018
Nona Faziera Sari , guru SMP Negeri 1 Labuhan Deli: UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI PELAJARAN TEKANAN ZAT DAN PENERAPANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI MELALUI METODE PROBEX(Predict-Observe-Explain) PADA SISWA KELAS VIII-1 SMP NEGERI 1 LABUHAN DELITAHUN PELAJARAN 2017/2018
ABSTRAK
Penelitian ini
bertujuan (1) upaya meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep Tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari pada mata pelajaran IPA yang
diajarkan menggunakan metode Probex (Predict-Observe-Explain).; dan (2)
Meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran IPA, yang ditandai
dengan keaktifan siswa secara menyeluruh dalam pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian tindakan
kelas (PTK), menggunakan modelkurt Lewins yang
direncanakan dan dilaksanakan dalam
tiga siklus setiap siklusnya
terdapat kegiatan : (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) pengamatan; dan (4)
refleksi.Responden penelitian ini adalah guru IPA kelas VIII-1 yang dalam
prosesnya diamati oleh guru yang
mengajar dikelas VIII. Setelah siswa mengamati proses yang terjadi pada
plastisin yang di diberikan beberapa kondisi uang logam pada siklus 1 sudah
dapatmembuat prediksi namun ketika
melakukan observasi atau eksperimen siswa belum dapat melaksanakan dengan baik dan teliti yang dilihat dari skor
test rata-rata 66,97. Oleh karena itu
dilanjutkan ke siklus 2 dengan memperbaiki tekhnik eksperimen dengan menyuruh
siswa membuat desain langkah-langkah yang harus dilakukannya,siswa sudah
dapat melaksanakan eksperimen dengan
baik.Tetapi ketika proses explain siswa sulit melakukannya dengan baik.Ini
dilihatdari skor rata-ratates diperoleh
nilai rata-rata 70,30.
( tuntas 75,76%) .Karena belum mencapai
ketuntasan 80 % dilanjutkan siklus
3,dengan memperbaiki teknik explain.
Dengan menyuruh siswa terlebih dahulu
mendiskusikan hasil eksperimen dengan
panduan buku literasi yang telah dibaca..pada siklus ke-3 ini siswa sudah dapat
mengexplainkan hasil eksperimen dengan baik .ini dilihat dari skor rata-rata
tes yang diperoleh nilai rata-rata 77,88.
( tuntas 90,90 %) .karena itu tidak perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya.
Hasil penelitian ini menunjukkan metode Probex
dapat meningkatkan hasil belajar IPA dengan materiTekanan Zat. Dapat
disimpulkan bahwa menggunakan metode probex(predict, observe dan explain)pada
materi Tekanan zat dapat meningkatkan
kualitas hasil belajar. Disarankan kepada guru dalam meningkatkan hasil belajar
Tekanan zat menggunakan metode probex(predict,observe dan explain).
Kata Kunci: probex(predict, observe dan explain) , hasil belajar, tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pengajaran sebagai suatu proses merupakan suatu sistem yang melibatkan berbagai bagian antara lain pendidik (guru), peserta didik (siswa), materi, sumber belajar, media pembelajaran, metode dan lain sebagainya. Berbagai bagian tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Keberhasilan pengajaran sangat ditentukan manakala pengajaran tersebut mampu mengubah diri peserta didik. Perubahan tersebut dalam arti dapat menumbuh kembangkan potensi-potensi yang dimiliki peserta didik sehingga peserta didik dapat memperoleh manfaatnya secara langsung dalam perkembangan pribadinya. Tanggung jawab keberhasilan pengajaran tersebut berada di tangan seorang pendidik. Artinya, seorang guru harus berupaya semaksimal mungkin untuk mengatur proses pembelajaran sedemikian rupa sehingga komponen-komponen yang diperlukan dalam pengajaran tersebut dapat berinteraksi satu sama lain.
Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta informasi di kalangan siswa jelas akan mempengaruhi kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Oleh karena itu, instrumen yang dikembangkan harus sesuai dengan minat siswa.Pemaksaan suatu sistem pembelajaran yang tidak sesuai dengan minat siswa dapat mengakibatkan gejala kejenuhan, penurunan prestasi belajar siswa, dan akhirnya berdampak pada prestasi belajar siswa yang kurang baik.
Salah satu alternatif metode yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar IPA adalah metode pembelajaran Probex (Predict-Observe-Explain) Metode pembelajaran Probex didasarkan atas teori pembelajaran konstruktivisme yang memberi kesempatan siswa untuk menyadari apa yang telah menjadi pengetahuan awal mereka. Mereka berinteraksi dengan alat bahan, membuat prediksi (predict), menguji prediksi melalui pengamatan (observe), dan kemudian mengemukakan penjelasan mengenai fenomena yang mereka hadapi (explain). Setelah itu, mereka menguji dan menyempurnakan penjelasan itu, atau bahkan memodifikasinya (Haryanto, 2000: 24).
Metode pembelajaran Probex memungkinkan siswa untuk memformulasikan pengetahuan baru dan pengalaman yang telah mereka miliki sebelumnya.Strategi ini juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk memikirkan kembali dan mengubah miskonsepsi mereka terhadap suatu masalah. Probex menantang siswa untuk berpikir dan memberikan kepuasan tertentu apabila prediksi siswa ternyata sesuai dengan hasil pengamatan (Tuwuh Rustanto, 2001 : 3).
Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti tertarik untuk mencoba menerapkan metode Probex dalam pembelajaran IPA melalui penelitian tindakan kelas yang berjudul : “UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI PELAJARAN TEKANAN ZAT DAN PENERAPANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI MELALUI METODE PROBEX(Predict-Observe-Explain) PADA SISWA KELAS VIII-1 SMP NEGERI 1 LABUHAN DELITAHUN PELAJARAN 2017/2018
.
1.2 Identifikasi
Masalah
Ada beberapa alasan, mengapa peneliti memandang perlu dilaksanakannya penelitian tindakan kelas ini, yaitu: (1) Metode pembelajaran Probex merupakan metode yang baru dalam pembelajaran, sehingga perlu dikaji keefektifannya; (2) Mata Pelajaran IPA, khususnya Konsep Tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga metode pembelajaran Probex sesuai untuk diterapkan dalam pembelajaran; (3) Ketuntasan hasil belajar siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Labuhan Deli secara klasikal pada mata pelajaran IPA untuk konsep Tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari masih kurang dari 75%; dan (4) Metode pembelajaran Probex dapat membantu siswa membentuk ide baru berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya, dan (5) Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran IPA untuk konsep Tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari selama ini masih menggunakan metode konvensional.
1.3 Batasan
Masalah
Agar Penelitian ini
dapat dilakukan dengan baik dan terarah, maka peneliti membatasi masalah yang
hendak diteliti.Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah metode
Probex(Predict,observ,explain) terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam
pada materi Tekanan zat dan penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari siswa kelas VIII-1 SMPN 1 Labuhan Deli.
1.4 Rumusan Masalah
Permasalahan dalam penelitian pembelajaran ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
Apakah dengan metode pembelajaran Probex (Predict-Observe-Explain) dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang terhadap pembelajaran IPA untuk konsep Tekanan Zat dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari?
1.5 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan masalah yang diajukan maka yang menjadi tujuan penelitian adalah
1
Untuk
mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan dan
keterampilan dengan menggunakan metodeProbex
(Predict-Observe-Explain)pada materi Tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari
2
Untuk
mengetahui peningkatan aktifitas belajar siswa dengan menggunakan metode Probex
(Predict-Observe-Explain) pada materi Tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari
1.6 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut :
Bagi Siswa
1
Metode Probex dapat digunakan siswa sebagai media
pembelajaran alternatif dalam pembelajaran
materi Tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari
2. Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dan sikap ilmiah siswa
3. Membantu siswa berpikir kritis,rasional dan kreatif dalam mengerjakan soal-soal.
4. Memberi peluang kepada siswa untuk lebih aktif mengembangkan potensi dirinya terutama dalam memberi pendapat yang konsruktif positif untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari
Bagi Guru
5. Bagi tenaga kependidikan secara umum dan menyeluruh untuk dapat menggunakan metode Probex pada masing-masing sekolahnya khususnya pada tenaga kependidikan yang mengajar mata pelajaran IPA .
6. Sebagai bahan pembanding atau bahan yang mendorong guru-guru lain untuk melakukan penelitian khususnya terhadap metode Probex berikutnya.
Bagi Sekolah
Sebagai informasi atau sumbangan pikiran untuk perbaikan pengajaran pada sekolah tempat dilaksanakan penelitian ini khususnya dan sekolah lain pada umumnya sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Kerangka Teoritis
2.1.1
Pengertian
Belajar
Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan oleh individu dengan sungguh-sungguh, sistematis dan mengoptimalkan kemampuan, baik secara sadar maupun tidak sadar, untuk memahami lingkungannya dan mengadakan perubahan kearah yang positif terhadap dirinya. Setelah melakukan proses belajar diharapkan dalam individu tersebut terjadi sebuah perubahan dan hasil-hasil tertentu sesuai yang dipelajarinya. Dari perubahan- perubahan atau hasil-hasil tersebut kemudian dievaluasi atau diukur, bagaimana tingkat kemajuannya. Hasil evaluasi ini nantinya akan menunjukkan sebuah grafik (turun atau naik), jika grafiknya naik berarti dapat dikatakan bahwa hasil individu tersebut mengalami peningkatan.
Menurut Sardiman(2008:20) “belajar adalah perubahan tingkah laku atau penampilan,dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca,mengamati,mendengarkan,meniru dan lain sebagainya”.Segdangkan Arsyad (2007:1) menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses yang kompleks pada diri setiap orang sepanjang hidupnya.Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya.
2.1.2. Hasil Belajar
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) hasil belajar diartikan sebagai sebuah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru.Hasil belajar dapat dipengaruhi oleh 2 (dua) faktor yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Kedua faktor tersebut dapat diartikan sebagai berikut:
a. Faktor Intern (yang berasal dari dalam diri individu)
1) Faktor jasmaniah
Faktor jasmaniah ini terkait tentang kesehatan individu itu sendiri. Unsur panca indra adalah salah satu hal terpenting yang dapat menentukan proses dan hasil belajar. Selain unsur panca indra, kebugaran seseorang juga berpengaruh. Orang yang sakit-sakitan misalnya, biasanya dia akan terganggu proses belajarnya, tertinggal dari teman sebayanya yang akhirnya dia tidak lagi mampu secara maksimal mengikuti pelajaran-pelajaran disekolahnya dan ini akan mempengaruhi hasil atau hasil belajarnya.
2) Faktor psikologis
Faktor psikologis meliputi bakat, intelegensi, minat, motivasi, dan cara belajar yang mereka peroleh dari alam (bawaan lahir) dan lingkungannya.
3) Faktor kematangan fisik dan psikis.
b. Faktor Eksternal (yang berasal dari luar individu)
1) Faktor lingkungan sosial.
2) Faktor lingkungan budaya.
3) Faktor lingkungan fisik atau sarana penunjang belajar.
4) Faktor lingkungan spiritual keagamaan.
Guru sebagai orang yang berinteraksi langsung dengan para pembelajar memiliki tanggung jawab yang cukup besar agar peserta didiknya berhasil. Untuk itu seorang guru yang profesional haruslah aktif, kreatif, inovatif, dan selalu bekerja keras untuk kemajuan siswa-siswanya.Penggunaan metode yang tepat adalah salah satu usaha guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa, namun perlu dicatat bahwa setiap metode tidak selalu berhasil untuk mengajarkan mata pelajaran dalam satu pokok bahasan.Metode mengajar itu harus bervariasi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum.Hal ini dikarenakan karena perubahan zaman (kurikulum), peserta didik yang selalu berubah pada setiap tahunnya, peserta didik yang unik dan hebat serta unsur-unsur yang telah disebut sebelumnya yang pasti berbeda untuk setiap tempat atau sekolah.
Hasil belajar adalah perubahan keterampilan dan kecakapan, kebiasaan, sikap, pengertian, pengetahuan, dan apresiasi, yang dikenal dengan istilah kognitif, afektif, dan psikomotor melalui perbuatan belajar (Abror, 1993).Sedangkan Hamalik menyatakan bahwa siswa dikatakan berhasil dalam belajarnya, apabila dapat mengembangkan kemampuan dan pengembangan sikap (Hamalik, 1990). Pada bagian lain, Nawawi (1981) mengemukakan bahwa hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu.
Berdasarkan teori Taksonomi Bloom hasil belajar dalam rangka studi
dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif, afektif, psikomotor.
Perinciannya adalah sebagai berikut:
1.
Ranah Kognitif.
Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek
yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan penilaian.
2.
Ranah Afektif.
Berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang
kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai, organisasi dan
karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai.
3.
Ranah
Psikomotor.
Meliputi keterampilan motorik, manipulasi benda-benda, koordinasi
neuromuscular (menghubungkan, mengamati).
2.1.3 Metode Pembelajaran Probex (Predict-Observe-Explain)
Metode pembelajaran Probex didasarkan atas teori pembelajaran konstruktivisme yang memberi kesempatan siswa untuk menyadari apa yang telah menjadi pengetahuan awal mereka, mereka berinteraksi dengan alat dan bahan, membuat prediksi, menguji prediksi, dan kemudian mengemukakan penjelasan mengenai fenomena yang mereka hadapi. Setelah itu mereka menguji dan menyempurnakan penjelasan itu atau bahkan memodifikasinya (Haryanto, 2000: 24).
Metode pembelajaranProbex adalah metode pembelajaran yang lebih memungkinkan siswa untuk merumuskan pengetahuan barunya berdasarkan pada pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka miliki sebelumnya. Kelebihan dari metode pembelajaran Probex ini adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir kembali terhadap suatu masalah dan mengubah miskonsepsi mereka (Haryanto, 2000: 25).
Probex juga membantu mengembangkan keterampilan proses yang lain bagi siswa, seperti kemampuan untuk menyusun hipotesis, melakukan eksperimen, mengamati dengan akurat, dan memberikan pemecahan secara lengkap terhadap suatu masalah. Probex menantang siswa untuk berpikir dan memberikan kepuasan dalam taraf tertentu apabila prediksi siswa sesuai dengan hasil yang diharapkan (Tuwuh Rustanto, 2001: 3).
2.1.4. Langkah-langkah Penyusunan Pembelajaran Metode Probex
Secara ringkas, metode pembelajaran Probex dilaksanakan melalui tiga tahap sebagai berikut.
-Membuat Prediksi (Predict)
Dalam kegiatan Probex, siswa diharapkan pada suatu situasi dan diminta untuk memprediksi apa yang akan terjadi jika dilakukan perubahan terhadap situasi tersebut. Siswa hendaknya merasa mampu dan didorong untuk mengambil resiko dalam membuat prediksinya serta membicarakan alasan-alasannya.Ketika siswa membuat prediksi dapat ditulis di papan tulis atau lembar kerja yang sudah disediakan.
-Melakukan Pengamatan (Observe)
Saat siswa melakukan prediksi, kemudian dilakukan perubahan terhadap situasi itu. Saat perubahan berlangsung, siswa diminta untuk mengamati secara seksama proses dan hasil perubahan itu. Kegiatan pengamatan dapat dilakukan terhadap kegiatan demonstrasi guru atau berupa kegiatan siswa (eksperimen).Hasil pengamatan kemudian ditulis di papan tulis atau lembar kerja yang sudah disediakan.
-Membuat Penjelasan (Explain)
Pada tahap ini siswa merundingkan prediksi dan pengamatan mereka. Siswa diminta untuk menyebutkan dan menjelaskan perbedaan-perbedaan antara hasil yang mereka harapkan dengan apa yang sesungguhnya terjadi. Tugas guru selanjutnya adalah memberikan komitmen untuk menyamakan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep sains yang mungkin berbeda dengan yang mereka prediksikan.
Prediksi (Predict) Diskusi Observasi (Observe) Percobaan,
pengamatan Penjelasan (Explain) Pemecahan
Masalah Aplikasi Diskusi Lanjut
2.1.5 Kelebihan dan kekurangan
Beberapa keterampilan dalam sebuah penelitian, menurut Hendro dan Kaligis (1992: 13) meliputi: (1) keterampilan mengobservasi, merupakan keterampilan menggunakan semua pancaindera untuk memperoleh data atau informasi; (2) keterampilan mengklasifikasi, adalah keterampilan untuk menggolongkan objek pengamatan berdasarkan perbedaan dan persamaan sifat yang dimiliki; (3) keterampilan menginterpretasi, adalah keterampilan untuk menafsirkan data apabila data sudah ditata dan diklasifikasi secara teratur; (4) keterampilan memprediksi, adalah keterampilan untuk memperkirakan atau meramalkan yang akan terjadi berdasarkan kecenderungan pola hubungan yang terdapat dalam data; (5) keterampilan membuat hipotesis, adalah keterampilan membuat dugaan tentang kejadian alam melalui serangkaian proses pemikiran; (6) keterampilan mengandalkan variable, yaitu kemampuan untuk mengendalikan factor-faktor yang berpengaruh; (7) keterampilan menyimpulkan (inferensi), adalah kemampuan untuk menarik kesimpulan dari data yang sudah terkumpul berdasarkan hasil pemikiran deduktif; (8) keterampilan mengaplikasikan, adalah keterampilan menerapkan konsep atau pengetahuan yang dimiliki siswa ke dalam situasi yang baru; (9) keterampilan mengkomunikasikan, merupakan keterampilan untuk menyampaikan apa yang ada dalam pikiran dan perasaan kepada orang lain, baik secara lisan maupun secara tertulis.
2.2. Kerangka
Konseptual
Hasil belajar yang baik adalah tujuan dari setiap pembelajaran,hasil belajar yang baik tidak akan dapat tercapai jika seorang guru atau pendidik tidak menggunakan model dan metode pembelajaran yang cocok dalammenyampaikan suatu materi pembelajaran.Model damMetode pembelajaran adalah komponen dari kegiatan belajar mengajar yang saling berkaitan,karena penggunaan metode pembelajaran akan secara otomatis mempengaruhi media pembelajaran yang digunakan.
Untuk itu sebagai seorang guru sudah seharusnya memilih model dan metode pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran.Dengan pemilihan model dan metode pembelajaran yang tepat akan membantu guru didalam kegiatan belajar mengajar dan dapat mempermudah guru dalam menyampaikan isi materi pelajaran,sehingga pembelajaran tidak bersifat monoton.oleh karena itu,dengan penggunaan permainan Probex pada pembelajaran IPA diharapkan akan meningkatkan semangat dan minat siswa dalam belajar yang pada akhirnya akan berpengaruh kepada hasil belajar siswa tersebut.
2.3. Hipotesis
tindakan
Untuk menjawab permaslahan dari penelitian tindakan kelas ini dapat dirumuskan hipotesisnya sebagai berikut : “Menggunakan metode Probex dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Tekanan zat dan penerapannya Dalamkehidupan sehari-hari kelas VIII-1 SMPN 1 Labuhan Deli.
METODE PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu
Penelitian
Sesuai dengan hasil
konsultasi, bimbingan dan arahan antara penulis dengan Bapak Drs H Muslim
Ginting selaku supervisor / instruktur.
Pada saat identifikasi dan analisis masalah, sehubungan dengan upaya pembagian
pembelajaran dan penelitian ini Maka, subjek penelitiannya dapat dirinci
sebagaimana uraian berikut ini :
1.
Lokasi
: SMP Negri 1 Labuhan Deli
2.
Waktu
: Alokasi Waktu Pelaksanaan
Tabel Alokasi
Waktu
|
No |
Tanggal |
Keterangan |
|
1 |
15 – 01 – 2018 |
Siklus I |
|
2 |
22 – 01 – 2018 |
Siklus II |
|
3 |
29
- 01- 2018 |
Siklus III |
3.
Mata
Pelajaran : IPA Terpadu
4.
Kelas/Semester
:
VIII/2
5.
Karakteristik
Siswa :
Jumlah siswa terdiri dari 27 orang
perempuan 6 orang
laki-laki atau berjumlah 33 orang
3.2Desain
Penelitian
Pada pelaksanaan perbaikan
pembelajaran, beberapa hal yang perlu di persiapkan supaya rencana perbaikan
pembelajaran ini dapat dilaksanakan sebagaimana yang diharapkan persiapan yang dimaksud adalah sebagaimana yang
diuraikan berikut ini :
6.
Lokasi
SMP :Menetapkan satu lokasi SMP
yaitu SMPN 1
Labuhan Deli,lokasi
ini sengaja dipilih karena ditempat
Sayamengajar.
7.
Teman
Sejawat :Merupakan teman sejawat, guru
SMP yang sudah
berpengalaman dalam mengajar.
8.
Persiapan
Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran : yang terdiri dari rencana perbaikan
pembelajaran yang disusun sendiri oleh Peneliti,namun sebelumnya sudah melalui
diskusi dengan teman sejawat dan bimbingan dari Bapak Supervisor/Pembimbing.
9.
Persiapan
Kelengkapan Lainnya : lembar kerja
siswa, buku – buku sumber belajar, media
belajar berupa Power point.Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada 3
(tiga) siklus sebagaimana yang dilaksanakan, penulis terlebih mempersiapkan
Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP), kemudian satu rangkap diberikan kepada
pengamat/teman sejawat sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan pengamatan,
termasuk juga Lembar Observasi sebagai pedoman sekaligus penilaian terhadap
pembelajaran yang penulis lakukan.
Pada usaha perbaikan pembelajaran, pada dasarnya guru
memerlukan umpan balik untuk mengetahui kualitas dari upaya yang telah
dilaksanakannya.Biasanya, umpan balik itu diperoleh melalui tes formatif, yang
pelaksanaannya tertulis ataupun lisan. Menurut pendapat Wardani, dkk (2004)
yang menjelaskannya didalam buku materi/modul bahwa guru sebagai pelaksana PTK
sesuai dengan tugasnya memerlukan lebih banyak umpan balik, karena guru yang
melaksanakannya PTK kegiatan yang dilaksanakannya lebih bervariasi dibandingkan
dengan guru biasa.
Tindakan
yang dimaksud dalam PTK adalah melakukan tindakan mengamati (observasi oleh
teman sejawat) dan melakukan refleksi (wardani, dkk, 2004).Ke empat langkah
utama PTK yaitu merencanakan, melakukan tindakan mengamati dan refleksi
merupakan satu daur atau siklus yang selalu berulang.Menutut wardani, dkk
(2008) siklus berakhir apabila masalah pembelajaran yang dialami guru sudah
tuntas.Dalam perbaikan pembelajaran ini penulis melaksanakan siklus sebanyak 2
(dua) siklus. Keempat komponen yang berjalan dan dilaksanakan secara siklus
berulang pada perbaikan pembelajaran.
Hal ini dapat dideskripsikan sebagaimana uraian berikut ini.
SIKLUS I
Rencana
:
1.
Menjelaskan
materi pelajaran secara lisan serta membaca buku sebagai sumber belajar,
diselingi dengan pertanyaan dan contoh-contoh yang relevan.
2.
Menyajikan
materi pelajaran dengan Probex,
Tindakan
:
- Menjelaskan
materi pembelajaran sesuai dengan isi sumber materi secara metode ceramah
dan Tanya jawab
- Menunjukkan
contoh-contoh yang praktis dan relefan melalui media (power point) yang
sudah disetting, sesuai dengan isi materi pelajaran.
- Guru
menjelaskan kembali materi yang dianggap belum dimengerti siswa
berdasarkan pertanyaan yang diajarkan oleh siswa.
Pengamatan
/Pengumpulan Data :
Data dikumpulkan sesuai dengan instrumen yang
dicatat oleh pengamat atau teman sejawat.
Refleksi
:
SIKLUS
II
Rencana
- Meningkatkan
kreatif belajar siswa supaya lebih bergairah mengajukan pertanyaan dan
tanggapan.
- Menggunakan
media belajar yang dapat membuat prediksi siswa sebelum melakukan
eksperimen .
- Melibatkan
siswa melakukan tanya jawab dan diskusi sesuai dengan
pertanyaan-pertanyaan guru.
Tindakan
:
- Meingkatkan
kreatifitas belajar dengan menggunakan media belajar dan media gambar yang
berfariasi dan menarik (berwarna) dalam sajian materi pelajaran.
- Menggunakan
metode Tanya jawab yang relefan dengan materi pelajaran yang ditunjukkan
kepada seluruh siswa dan menyuruh siswa menjelaskan dengan kata-kata yang
sederhana dan mudah di mengerti teman belajar lainnya.
- Memberi
kesempatan kepada siswa untuk menanggapi hasil karya kawannya.
SIKLUS
III
Rencana
- Meningkatkan
kreatif belajar siswa supaya lebih bergairah mengajukan pertanyaan dan
tanggapan.
- Menggunakan
media belajar yang dapat membuat prediksi siswa sebelum melakukan
eksperimen .
- Melibatkan
siswa melakukan diskusi sesuai dengan
pertanyaan-pertanyaan guru. Sebelummelakukan explain .
Tindakan
:
- Meingkatkan
kreatifitas belajar dengan menggunakan media belajar dan media gambar yang
berfariasi dan menarik (berwarna) dalam sajian materi pelajaran.
- Menggunakan
metode Tanya jawab yang relefan dengan materi pelajaran yang ditunjukkan
kepada seluruh siswa dan menyuruh siswa menjelaskan dengan kata-kata yang
sederhana dan mudah di mengerti teman belajar lainnya setelah melakukan
diskusi kelompok
- Memberi
kesempatan kepada siswa untuk menanggapi hasil karya kawannya.
Pengamatan / Pengumpulan Data dan Refleksi
Berikut ini adalah gambar atau bagan tentang siklus yang
berulang mulai dari siklus I, II,danIII, Pada kegiatan perbaikan pembelajaran
dan sebagai pelaksanaan penelitian kelas (PTK).
Gambar Bagan
Siklus Berulang Dalam Pelaksanaan PTK
.
Refleksi Tindakan Observasi Siklus 1 Refleksi Rencana Tindakan Observasi Siklus 2 Refleksi Rencana Tindakan Observasi Siklus 3
(Kasihani Kasbolah E.S, 1999 : 36)
Tabel 1. Rancangan Pelaksanaan Tindakan
|
No. |
Hari/Tanggal |
Subjek Penelitian |
Alokasi waktu |
Materi |
|
1 |
Senin, 15 Januari 2018 |
Kelas VIII-1SMP N 1 Labuhan Deli Kab. Deli Serdang Tahun Pembelajaran 2017/2018 |
2 x 40 Menit |
Tekanan pada zat padat |
|
2 |
Jumat, 19 Januari 2018 |
Kelas VIII-1SMP N 1 Labuhan Deli Kab. Deli
Serdang Tahun Pembelajaran 2017/2018 |
2 x 40 Menit |
Tekanan pada zat cair |
|
3 |
Senin, 22 Januari 2018 |
Kelas VIII-1SMP N 1 Labuhan Deli Kab. Deli Serdang
Tahun Pembelajaran 2017/2018 |
2 x 40 Menit |
Tekananpada zat gas |
3.3 Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen
3.3.1 Sumber Data dan Pengumpulannya
Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1SMP Negeri 1 Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang tahun pembelajaran 2017/2018.Sedangkan data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif terdiri dari: (1) data dokumentasi; (2) lembar observasi sikap ilmiah siswa; (3) lembar observasi keterampilan siswa; dan (4) hasil wawancara guru dengan siswa dan observer. Data kuantitatif adalah hasil belajar siswa berupa tes akhir .
3.3.2 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes.
-Teknik Observasi
Observasi merupakan metode pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan terhadap subjek penelitian (Mulyono Seputra, 1994: 440). Observasi dalam penelitian ini dilakukan secara langsung oleh dua orang observer saat pembelajaran IPA dengan metode Probex. Observer adalah rekan sejawat dan tim kolaborasi (Titi Hendrawati SPd. dan Drs H Muslim Ginting.). Kegiatan yang diamati adalah sikap ilmiah dan keterampilan proses siswa dalam pembelajaran.
-.Teknik Wawancara
Wawancara merupakan metode pengumpulan data yang menghendaki adanya komunikasi langsung antara peneliti dengan responden dan dilakukan secara sistematis sesuai tujuan penelitian (Mulyono Seputro, 1994: 423). Wawancara dalam penelian ini dilakukan untuk mengetahui respon guru (observer) dan siswa terhadap proses pembelajaran IPA dengan menggunakan metode Probex.
-Metode Dokumentasi
Teknik dokumentasi adalah cara-cara mengumpulkan data dengan mencatat data-data yang sudah ada (Prijono, 2000: 83). Teknik dokumentasi dalam penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data tentang nama-nama subjek penelitian, hasil belajar siswa, situasi dan kondisi siswa saat pembelajaran IPA dengan metode Probex.
-Metode Tes
Tes adalah serangkaian latihan yang digunakan untuk mengukut keterampilan, pengetahuan, sikap, intelegensi, kemampuan, dan bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Mulyono Seputra, 1994: 413). Tes dilaksanakan pada saat proses pembelajaran (LKS) dan setiap akhir pembelajaran (post test) untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran IPA dengan metode Probex.
-Analisa Data
Analisa data adalah suatu cara menganalisa data yang diperoleh selama penelitian sehingga diketahui kebenaran dari suatu permasalahan. Analisa data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu analisa data untuk data berjenis kuantitatif, berupa angka hasil tes siswa dan hasil LKS, dan analisa data untuk data kualitatif, berupa kalimat yang menggambarkan hasil pengamatan observer terhadap pembelajaran yang dilaksanakan.
Siswa dikatakan mencapai atau melampaui hasil belajar jika nilai siswa menunjukkan sama atau lebih besar dari KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang ditetapkan, yaitu 75.
Jika nilai siswa kurang dari KKM, maka dikatakan belum tercapai.
Berdasarkanhasil belajar siswa secara individu, dapat diperoleh pencapaian belajar secara klasikal (kelas) dengan rumus sebagai berikut.
Seluruh siswa dikatakan tercapai hasil belajarnya jika target nilai rata-rata sama dengan atau melebihi KKM dengan jumlah siswa yang tercapai hasil belajarnya sebesar 80 %.Hasil pengamatan observer terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran dinilai sesuai dengan skor indikator yang tampak, dihitung
prosentasenya dengan rumus sebagai berikut.
Kriteria penilaian tercapai jika prosentase hasil berada pada kategori baik atau sangat baik.Kriteria penilaian pengisian lembar observasi adalah sebagai berikut.
Tabel 2. Prosentase
Pengolahan Nilai Lembar Observasi
|
No |
Interval |
Kategori |
|
1. |
85 – 100 |
Sangat Baik (SB) |
|
2. |
70 – 84 |
Baik (B) |
|
3. |
55 – 69 |
Cukup (C) |
|
4. |
40 – 54 |
Kurang (K) |
|
5. |
00 - 39 |
Sangat Kurang (SK) |
Berdasarkan hasil analisa data kualitatif dan data kuantitatif, maka dapat dilihat peningkatan nilai dan prosentase dalam tiap siklusnya. Peningkatan nilai dan prosentase terus dilakukan sampai memenuhi target sesuai indicator kinerja yang telah ditentukan.
-Indikator Kinerja
Keabsahan data dalam penelitian ini berkaitan dengan hasil simpulan yang diperolah dari hasil observasi rekan sejawat, hasil wawancara dengan siswa, hasil pengerjaan LKS, dan hasil tes siswa.Tolok ukur keberhasilan dalam penelitian ini dapat dilihat dari beberapa hal sebagai berikut.
Guru (peneliti) terampil menerapkan metode Probex dalam pembelajaran IPA konsep Tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.Sekurang-kurangnya 80% dari jumlah seluruh siswa di kelas memenuhi target pencapaian hasil belajar IPA konsep Tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Meningkatnya keaktifan dan partisipasi siswa secara menyeluruh dalam pembelajaran IPA konsep Tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-harimenggunakan metode Probex.
HASIL
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Hasil Penelitian
4.1.1. Pra Siklus
Sebelum perencanaan tindakan dilakukan,terlebih dahulu diberikan pre test kepada 33 orang siswa,dengan tujuan mengetahui kemampuan awal siswa dan juga mengetahui letak kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang disiapkan peneliti.
4.1.2. Setelah Siklus
-Hasil Penelitian
-Hasil Penilaian Proses
-Sikap Ilmiah Siswa
-Aspek-aspek yang diamati dalam penilaian sikap ilmiah siswa adalah:
(1) Sikap ingin tahu; (2) Sikap mendapatkan sesuatu yang baru; (3) Sikap
kerjasama; (4) Sikap tidak putus asa; (5) Sikap tidak berprasangka; (6) Sikap
mawas diri; (7) Sikap bertanggung jawab; (8) Sikap berpikir bebas; dan (9)
Sikap disiplin diri. Hasil penilaian sikap ilmiah siswa dapat dilihat pada
Tabel 3 berikut.
Tabel 3. Rerata Penilaian Sikap Ilmiah Siswa
|
No |
Aspek yang Diamati |
Siklus I |
Siklus II |
Siklus III |
Rerata |
|
1 |
Sikap ingin tahu |
80 |
82 |
83 |
81.67 |
|
2 |
Sikap mendapatkan sesuatu yang baru |
79 |
80 |
82 |
80.33 |
|
3 |
Sikap kerjasama |
78 |
79 |
82 |
79.67 |
|
4 |
Sikap tidak putus asa |
79 |
82 |
82 |
81.00 |
|
5 |
Sikap tidak berprasangka |
80 |
80 |
82 |
80.67 |
|
6 |
Sikap mawas diri |
78 |
80 |
82 |
80.00 |
|
7 |
Sikap bertanggung jawab |
79 |
79 |
82 |
80.00 |
|
8 |
Sikap berpikir bebas |
78 |
80 |
80 |
79.33 |
|
9 |
Sikap kedisiplinan diri |
80 |
80 |
82 |
80.67 |
|
Rerata |
78.88 |
80.00 |
81.75 |
80.21 |
|
35
Berdasarkan Tabel 3 tersebut, dapat dijelaskan bahwa
terjadi peningkatan sikap ilmiah siswa dalam pembelajaran. Rerata hasil
pengamatan pada siklus I hanya sebesar 78,88. Pada siklus II rerata hasil
pengamatan meningkat menjadi 80,00, sedangkan di siklus III, peningkatan rerata
hasil pengamatan menjadi sebesar 81,75. Rerata keseluruhan hasil pengamatan
observer terhadap sikap ilmiah siswa adalah sebesar 80,21, sehingga dapat
dikategorikan baik.
Keterampilan Proses Siswa
Aspek-aspek yang diamati dalam penilaian keterampilan proses siswa adalah:
(1) Keterampilan mengamati; (2) Keterampilan mengklasifikasi; (3) Keterampilan
menafsirkan; (4) Keterampilan memprediksi; (5) Keterampilan membuat hipotesis;
(6) Keterampilan melakukan eksperimen; (7) Keterampilan mengkomunikasikan; dan
(8) Keterampilan mengaplikasikan. Hasil dari penilaian keterampilan proses
siswa dapat dilihat pada Tabel 4 berikut.
Tabel 4. Rerata Penilaian Keterampilan Proses Siswa
|
No |
Aspek yang Diamati |
Siklus I |
Siklus II |
Siklus III |
Rerata |
|
1 |
Keterampilan mengamati |
80 |
82 |
83 |
81.67 |
|
2 |
Keterampilan mengklasifikasi |
78 |
82 |
84 |
81.33 |
|
3 |
Keterampilan menafsirkan |
76 |
78 |
80 |
78.00 |
|
4 |
Keterampilan memprediksi |
79 |
80 |
82 |
80.33 |
|
5 |
Keterampilan membuat hipotesa |
80 |
82 |
82 |
81.33 |
|
6 |
Keterampilan melaksanakan eksperimen |
78 |
84 |
85 |
82.33 |
|
7 |
Keterampilan mengkomunikasikan |
76 |
80 |
81 |
79.00 |
|
8 |
Keterampilan mengaplikasikan |
75 |
76 |
78 |
76.33 |
|
Rerata |
77.75 |
80.50 |
81.88 |
80.04 |
|
Tabel 4 tersebut menjelaskan bahwa terjadi peningkatan keterampilan proses
siswa. Siklus I, rerata hasil pengamatan hanya sebesar 77,75. Pada siklus II
rerata hasil pengamatan meningkat menjadi 80,50, sedangkan di siklus III,
peningkatan rerata hasil pengamatan menjadi sebesar 81,88. Rerata keseluruhan
hasil pengamatan observer terhadap keterampilan proses siswa adalah sebesar
80,04, sehingga dapat dikategorikan baik.
4.1.2 Penilaian Lembar Kerja Siswa
Lembar kerja siswa yang dibuat dilengkapi dengan tujuan, pengantar materi,
alat dan bahan, cara kerja, kolom prediksi, kolom observasi, dan kolom
penjelasan. Lembar kerja didesain sesuai langkah-langkah metode Probex agar
siswa lebih mudah mempelajari konsep yang diajarkan Penilaian dilakukan
terhadap masing-masing kelompok yang seluruhnya berjumlah 6 (enam) kelompok.
Hasil dari penilaian lembar kerja siswa dapat dilihat pada Tabel 5 berikut.
Tabel 5. Hasil Lembar Kerja Siswa
|
No |
Kelompok |
Siklus I |
Siklus II |
Siklus III |
|
1. |
Kelompok 1 |
70 |
75 |
80 |
|
2. |
Kelompok 2 |
70 |
80 |
85 |
|
3. |
Kelompok 3 |
75 |
80 |
85 |
|
4. |
Kelompok 4 |
80 |
80 |
80 |
|
5. |
Kelompok 5 |
70 |
75 |
90 |
|
6. |
Kelompok 6 |
75 |
80 |
85 |
|
Jumlah |
440 |
470 |
505 |
|
|
Rerata (%) |
73.33 |
78.33 |
84.17 |
|
Berdasarkan Tabel 5 tersebut, dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan
kemampuan siswa dalam mengerjakan LKS di tiap siklus. Siklus I, rerata
pengerjaan LKS hanya sebesar 73,33. Pada siklus II rerata hasil pengerjaan LKS
meningkat menjadi 78,33, sedangkan di siklus III, peningkatan rerata pengerjaan
LKS menjadi sebesar 84,17.
4.1.3.Hasil Penilaian Produk
Peneliti mengadakan evaluasi sebagai bentuk penialain produk dengan tujuan
untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami konsep Tekanan zat dan penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari yang telah diajarkan melalui metode Probex.
Evaluasi dilaksanakan pada akhir pembelajaran di tiap siklus, sehingga terdapat
tiga kali evaluasi dalam penelitian ini. Sebagai pembanding, digunakan hasil
belajar siswa sebelum pembelajaran dengan metode Probex. Rerata hasil belajar
IPA siswa setelah menggunakan metode Probex dapat dilihat pada Tabel 6 berikut.
Tabel 6. Hasil Penilaian Lembar Evaluasi
|
No |
Pelaksanaan |
Rerata Nilai |
Prosentase Ketercapaian (%) |
|
1. |
Siklus I |
64.44 |
78.95 |
|
2. |
Siklus II |
68.42 |
86.84 |
|
3. |
Siklus III |
71.58 |
92.11 |
|
Rerata Total |
68.14 |
|
|
Berdasarkan Tabel 6 tersebut, maka dapat dibandingkan hasil belajar IPA
konsep Tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari sebelum
menggunakan metode Probex (56,82) dan sesudah menggunakan metode Probex (8.14).
Setelah menggunakan metode Probex, pada siklus I hasil belajar siswa meningkat
menjadi 64.44, siklus II meningkat menjadi 68,41, dan di siklus III meningkat
lagi menjadi 71,58.
Secara garis besar, hasil penelitian yang telah dilakukan pada setiap
pertemuan di siklus I, II, dan III memiliki beberapa kekuatan dan juga
kelemahan sebagai berikut.
Kekuatan
Siswa lebih semangat belajar dan sangat merespon penjelasan guru, ditunjukkan
dengan keaktifan siswa dalam memprediksi, melakukan percobaan, memberikan
penjelasan, mengemukakan pendapat, dan melakukan tanya jawab dengan guru.
Suasana kelas menjadi lebih kondusif dan tertib setelah dilakukan
pembelajaran IPA dengan metode Probex.
Guru lebih mudah memonitor kegiatan pembelajaran secara individu maupun
kelompok.
Pembelajaran IPA dengan metode Probex cukup efektif untuk meningkatkan
pemahaman siswa terhadap konsep Tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Kelemahan
Siswa yang memiliki kemampuan lamban dan semangat
belajar kurang, tampak lebih aktif saat dilaksanakan pembelajaran IPA dengan
metode Probex, tetapi hasil belajar yang diperoleh masih kurang maksimal.
Pengawasan guru terhadap siswa yang sedang belajar masih belum optimal,
karena jumlah siswa yang cukup banyak.
4.2.Pembahasan
Pada bab 1 telah dijelaskan bahwa pembelajaran IPA
adalah proses yang kompleks dan saling berhubungan antara materi satu dengan
yang lainnya. Konsep awal yang diterima siswa menjadi syarat untuk penguasaan
konsep berikutnya. Pembelajaran IPA yang dilakukan selama ini masih sekedar
memberikan konsep-konsep sains, tanpa menggali pengetahuan awal siswa. Metode
konvensional juga masih mendominasi dalam pembelajaran IPA. Guru selalu
berperan sebagai sumber informasi utama, dan siswa sebagai sekelompok pendengar,
tidak ada variasi pembelajaran bahkan pembelajaran cenderung monoton.
Peneliti mencoba menerapkan strategi pembelajaran yang cukup menarik dalam pembelajaran IPA di SMP, yaitu metode Probex (Predict-Observe-Explain).Metode pembelajaran Probex yang diterapkan dalam penelitian ini, memungkinkan siswa untuk memformulasikan pengetahuan baru dan pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya.Metode Probex juga memberikan kesempatan siswa untuk memikirkan kembali dan mengubah miskonsepsi mereka terhadap suatu fenomena.
Setelah guru menerapkan metode Probex dalam pembelajaran IPA, maka keaktifan siswa mulai tampak. Keaktifan siswa tersebut ditunjukkan dari beberapa kegiatan pada saat pembelajaran, antara lain antusias siswa dalam memberikan prediksi, melakukan eksperimen, melakukan diskusi, memberikan penjelasan, melakukan tanya jawab, dan berpendapat.
Pembelajaran dilakukan dalam tiga kali pertemuan (3 x 40 menit) atau melalui tiga siklus. Pada siklus I, guru melaksanakan pembelajaran IPA konsep tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari untuk sub konsep tekanan pada zat padat menggunakan metode Probex. Tujuan dari pembelajaran ini adalah agar siswa dapat mengidentifikasi Perbedaan tekanan yang diberikan beberapaa zat melalui percobaan sederhana. Siklus II, guru melakukan pembelajaran IPA konsep tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari untuk sub konsep tekanan zat pada zat cair menggunakan metode Probex. Tujuan dari pembelajaran pada siklus ini adalah agar siswa mengetahui konsep tekanan zat cair yang ada pada kehidupan sehari-hari dengan melaksanakan percobaan sederhana. Sedangkan di siklus III, difokuskan pada pembelajaran IPA konsep tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari sub konsep tekanan zat pada gas . Tujuan pembelajaran di siklus ini adalah agar siswa dapat menjelaskan perbedaan tekanan pada gas melalui percobaan sederhana,
Berdasarkan data hasil penelitian, maka dapat disimpulkan telah terjadi peningkatan rerata hasil belajar IPA konsep Tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari pada siswa kelas VIII-1SMP Negeri 1 Labuhan Deli (dari 54,54, sebelum diberi tindakan menjadi 66,97, setelah siswa diberi pembelajaran IPA dengan metode Probex). Hal tersebut menunjukkan bahwa metode Probex cukup efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep IPA yang diajarkan.
Sesuai dengan hasil observasi yang telah dilakukan, maka dapat diketahui bahwa pembelajaran di siklus I masih perlu beberapa perbaikan.Hal tersebut peneliti sadari karena metode Probex adalah baru untuk siswa, sehingga harus diadaptasikan dan guru sepenuhnya membimbing siswa dalam pembelajaran.Pembelajaran di siklus II dan siklus III sudah cukup baik, karena siswa aktif dalam pembelajaran dan guru tidak sepenuhnya memberikan bimbingan.
Pada setiap siklus, guru selalu mencoba mengajak siswa untuk memprediksikan perubahan yang terjadi jika disajikan suatu fenomena yang berbeda-beda, sesuai dengan ciri pembelajaran Probex.Hal ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal dan pengetahuan yang diperoleh siswa sebelumnya.Guru juga mengajak siswa menciptakan pola pikir dalam memadukan konsep awal siswa dan tujuan pembelajaran melalui pemberian kesempatan untuk membandingkan hasil prediksi dengan hasil percobaan yang telah dilakukan.Siswa diminta memberikan penjelasan mengapa terjadi perbedaan hasil prediksinya dengan hasil percobaan.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memantapkan konsep awal siswa jika sudah sesuai dengan teori dan mengubah miskonsepsi siswa yang selama ini dianggap benar.Berdasarkan hasil prediksi siswa dalam LKS, dapat diketahui bahwa kemampuan siswa dalam memprediksi baik, dibuktikan dengan cukup banyaknya prediksi siswa yang sesuai dengan hasil percobaan di setiap siklus. Proses tanya jawab dan diskusi sebagai variasi pembelajaran ikut mendukung terciptanya keefektifan belajar, karena memudahkan guru dalam menerapkan langkah-langkah metode Probex.
Sikap ilmiah yang menunjukkan nilai tertinggi (81,67) adalah pada sikap ingin tahu. Hal tersebut dikarenakan adanya keingtahuan siswa yang besar untuk mengikuti pembelajaran IPA dengan metode Probex. Sedangkan sikap berpikir bebas dalam penilaian sikap ilmiah memiliki nilai terendah (79,33). Hal ini dimungkinkan karena siswa belum terbiasa berpikir bebas dalam pembelajaran IPA, apalagi dengan metode atau pendekatan yang baru.
Penilaian keterampilan proses siswa, nilai tertinggi adalah pada keterampilan melaksanakan eksperimen (82,33). Hal ini disebabkan dalam eksperimen, hanya menekankan pada kemampuan panca indera. Sedangkan jenis keterampilan proses terendah adalah pada keterampilan mengaplikasi (76,33). Hal tersebut dikarenakan bahwa hasil pembelajaran yang telah dilakukan belum dapat secara langsung diaplikasikan dalam kehidupan siswa.
Sebelum menggunakan metode Probex dalam pembelajaran IPA, rerata nilai hasil belajar siswa hanya sebesar 54,54. Setelah guru menerapkan metode Probex dalam pembelajaran IPA, nilai belajar siswa menjadi meningkat. Hal tersebut dibuktikan pada siklus I, rerata nilai belajar siswa sebesar 66,97, siklus II sebesar 70,30, dan siklus III sebesar 77,88. Terjadinya peningkatan rerata nilai ini dapat dijelaskan karena sebelum menerapkan metode Probex, guru lebih dominan menggunakan metode klasikal, yaitu ceramah atau tanya jawab saja. Ternyata, pembelajaran yang monoton tersebut menyebabkan respon siswa menjadi rendah dan keaktifan siswa dalam pembelajaran belum tampak.Setelah menerapkan metode Probex dalam pembelajaran IPA, keaktifan siswa terlihat.Dengan melibatkan siswa secara langsung dalam pembelajaran, misalnya pada saat percobaan dan diskusi, keberanian siswa untuk mengerjakan maupun bertanya tumbuh.
Hasil wawancara dengan siswa setelah penerapan metode Probex dapat disimpulkan bahwa mereka menyenangi pembelajaran IPA dengan metode tersebut.Wawancara dilakukan secara spontan kepada seluruh siswa, setelah selesai evaluasi pada siklus III. Semua siswa mengacungkan jari saat guru menanyakan: “Siapa yang senang pelajaran IPA seperti yang telah kita lakukan tadi?” Mereka mengharapkan guru untuk dapat menerapkannya. Semua siswa menjawab ya, ketika guru menanyakan: “Apakah kalian suka, jika melakukan pembelajaran seperti tadi pada lain waktu?”
Sedangkan hasil wawancara dengan observer dilakukan di ruang guru, setelah metode Probex selesai diterapkan kepada siswa.Dari hasil wawancara, peneliti memperoleh beberapa informasi yang sangat berarti bagi peneliti sehubungan dengan penelitian yang telah dilakukan.Saat peneliti bertanya, apakah metode Probex efektif untuk pembelajaran IPA, observer berpendapat bahwa metode ini cukup efektif dan efisien.Observer I beralasan bahwa pendekatan ini efektif karena lebih banyak mengaktifkan siswa.Sedangkan observer II berpendapat bahwa pendekatan ini mampu mengintegrasikan konsep dan penanaman sikap ilmiah siswa. Pertanyaan selanjutnya kepada observer adalah apakah metode Probex perlu dikembangkan pada kajian lain, observer menjawab perlu, namun dalam bentuk dan format yang disesuaikan. Pertimbangan lain untuk menerapkan pendekatan ini, menurut mereka, adalah penentuan tujuan pembelajaran dan pemilihan media atau alat peraga yang akan digunakan. Selanjutnya saran dan kritik mereka terhadap pendekatan ini adalah agar metode Probex dapat diinformasikan dan diterapkan tidak hanya dalam pembelelajaran IPA, tetapi juga mata pelajaran lain dengan pengembangan pembelajaran lebih lanjut.
Tujuan serangkaian prroses pembelajaran yang telah dilakukan adalah agar siswa memiliki bekal pemahaman konsep IPA yang benar, yang selanjutnya dapat mereka aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.Indikator keberhasilan pelaksanaan pembelajaran dengan metode Probex ini tentunya tidak dapat diamati secara langsung pada saat pembelajaran. Tetapi, dengan sering mengaitkan pengetahuan awal siswa dengan konsep yang baru, mengajak siswa untuk memprediksi dan mengemukakan hipotesa, serta melakukan eksperimen untuk pembuktian penafsiran disetiap pembelajaran IPA, maka nilai-nilai dan sikap ilmiah dapat ditumbuhkan pada diri siswa, sehingga tujuan metode Probex dapat tercapai.
BAB V
5.1 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas pada pembelajaran IPA dengan metode Probex (Predict-Observe-Explain) yang sudah peneliti laksanakan pada siswa kelas VIII-1SMP Negeri 1 Labuhan Deli kabupaten Deli Serdang semester 2 tahun pembelajaran 2017/2018,maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.
1. Metode
Probex telah mampu meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPA konsep tekanan
zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Pada siklus 1 rata-rata nilai siswa 54,54 pada siklus 2 rata-rata nilai siswa 66,97 sedangkanpada siklus 3 rata-rata nilai siswa 77,88 .menunjukkan ada peningkatan hasil belajar menggunakan metode Probex.
3.
Hasil
pengamatan guru mengajar dan siswa belajar menunjukkan dapat mengatasi
kesulitan guru dalam mengajar.
4. Metode Probex dalam pembelajaran IPA mampu meningkatkan aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Hasil penilaian observer terhadap sikap ilmiah siswa: (a) siklus I, rerata penilaian sebesar 78,88, dalam kategori baik; (b) siklus II, rerata penilaian sebesar 80,00, dalam kategori baik; dan (c) siklus III, rerata penilaian 80,21, dalam kategori baik. Sedangkan hasil penilaian keterampilan proses siswa: (a) siklus I, rerata penilaian sebesar 77,75, dalam kategori baik; (b) siklus II, rerata penilaian sebesar 80,50, dalam kategori baik; dan (c) siklus III, rerata penilaian meningkat menjadi 81,88 atau dalam kategori baik.
5.2 Saran
Saran yang dapat peneliti kemukakan sehubungan dengan penelitian yang sudah dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Sebagai salah satu prosedur didaktik yang cukup baru, maka metode Probex ini dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran IPA maupun mata pelajaran lain dengan pengembangan lebih lanjut.
2. Penelitian IPA khususnya yang bersifat konstruktivisme diharapkan dapat terus dikembangkan oleh guru atau pengembang pendidikan lainnya, sehingga teknik-teknik pembelajaran IPA menjadi lebih menarik dan inovatif, dengan harapan tujuan pembelajaran semakin efektif dan efisien.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Mulyati. 2000. Metode Pembelajaran. Jakarta Balai Pustaka.
Arikunto, Suharsimi. 1990. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rhineka Cipta.
Depdikbud. 1996. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Darliana. 1997. Alam Sekitar Kita 3. Jakarta: Depdikbud.
E.R. Jenny Kaligis dan Darmojo. 1991. Pendidikan IPA 2. Jakarta: Depdikbud.
Haryanto.2000. Buletin MGMP Jawa Tengah Edisi II. Surakarta.
Iskandar.1997. Pendidikan IPA Suatu Keterampilan Proses.Jakarta Balai Pustaka.
Kasbolah, Kasihani E.S. 1999. Peneltiian Tindakan Kelas. Malang: Universitas Malang.
Max Darsono dkk. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Deli Serdang: IKIP Deli Serdang Press.
Sudjarwo. 1988. Beberapa Aspek Pengembangan Sumber Belajar. Jakarta: PT Mediatama Sarana Prakarsa.
Sudikin dkk. 2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Insan Cendikia.
Tuwuh Rustanto. 2001. Pembelajaran Konstruktivisme. Surakarta.
TIM IPA Terpadu 1. 2007. IPA Terpadu SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Yudhistira.
Tim MKDK. 1990. Psikologi Perkembangan. Deli Serdang: IKIP Deli Serdang Press.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.1993.Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
48
DAFTAR NAMA SUBJEK PENELITIAN
Lampiran 1
TAHUN PEMBELAJARAN 2017/2018
|
No |
N I S |
Nama Siswa |
Jenis Kelamin |
|
1 |
5162 |
ABDUL SYAHPUTRA |
Laki-laki |
|
2 |
5163 |
ADE ISNAINI LUBIS |
Perempuan |
|
3 |
5164 |
ALYA AMANDA |
Perempuan |
|
4 |
5165 |
ANDIKA RAMADANI HARAHAP |
Laki-laki |
|
5 |
5166 |
ANINDA ERSYA RAMADHAN |
Perempuan |
|
6 |
5167 |
AZLIA RIZKA AZAHRA MARPAUNG |
Perempuan |
|
7 |
5168 |
BERLIAN ANATAYA PUTRI TARIGAN |
Perempuan |
|
8 |
5169 |
CHRISTIEN N CINTA PURBA |
Perempuan |
|
9 |
5170 |
CITRA AYUANITA |
Perempuan |
|
10 |
5171 |
DELILA DIRA ARDINA |
Perempuan |
|
11 |
5172 |
FADILLAH ALLIFFIA SASMITA |
Perempuan |
|
12 |
5173 |
FIDELIA JULIATI MATONDANG |
Perempuan |
|
13 |
5174 |
FIRNA ZAHARANI |
Perempuan |
|
14 |
5175 |
FITRIA ARDANA |
Perempuan |
|
15 |
5176 |
GARNIS ISWARA |
Perempuan |
|
16 |
5177 |
GRACE LORETTHA SIREGAR |
Perempuan |
|
17 |
5178 |
LIZZA ARFANNY |
Perempuan |
|
18 |
5179 |
MEILISA TRI ANDRIYANI |
Perempuan |
|
19 |
5180 |
MITHA PATRICIA |
Perempuan |
|
20 |
5181 |
MUHAMMAD DZAKI SIREGAR |
Laki-laki |
|
21 |
5182 |
MUHAMMAD REZA |
Laki-laki |
|
22 |
5183 |
MUHAMMAD YAHYA |
Laki-laki |
|
23 |
5184 |
NISWAH ZHAFIRA KOMARUDDIN |
Perempuan |
|
24 |
5185 |
PARAS SUWANGGI ANGGRAINI |
Perempuan |
|
25 |
5186 |
PUTRI RAHMADANI |
Perempuan |
|
26 |
5187 |
PUTRI SUCIATI |
Perempuan |
|
27 |
5188 |
SHELA NOVITA NST |
Perempuan |
|
28 |
5189 |
SHELIA AMANDA PUTRI |
Perempuan |
|
29 |
5190 |
SOFIAH AINI |
Perempuan |
|
30 |
5191 |
WIDIA ALVIANI |
Perempuan |
|
31 |
5192 |
WIDYA KARTIKA |
Perempuan |
|
32 |
5193 |
YARA SALASABILA |
Perempuan |
|
33 |
5194 |
ZANSISCO ROGABE HAMONANGAN PARDOSI |
Laki-laki |
Keterangan :
Siswa Laki-Laki :6
Siswa Perempuan : 27
Lampiran 2
REKAPITULASI PENILAIAN SIKAP ILMIAH SISWA
|
No |
Aspek yang Diamati |
Siklus I |
Siklus II |
Siklus III |
Rerata |
Kategori |
|
1 |
Sikap ingin tahu |
80 |
82 |
83 |
81.67 |
Baik |
|
2 |
Sikap mendapatkan sesuatu yang baru |
79 |
80 |
82 |
80.33 |
Baik |
|
3 |
Sikap kerjasama |
78 |
79 |
82 |
79.67 |
Baik |
|
4 |
Sikap tidak putus asa |
79 |
82 |
82 |
81.00 |
Baik |
|
5 |
Sikap tidak berprasangka |
80 |
80 |
82 |
80.67 |
Baik |
|
6 |
Sikap mawas diri |
78 |
80 |
82 |
80.00 |
Baik |
|
7 |
Sikap bertanggung jawab |
79 |
79 |
82 |
80.00 |
Baik |
|
8 |
Sikap berpikir bebas |
78 |
80 |
80 |
79.33 |
Baik |
|
9 |
Sikap kedisiplinan diri |
80 |
80 |
82 |
80.67 |
Baik |
|
Rerata |
78.88 |
80.00 |
81.75 |
80.21 |
Baik |
|
REKAPITULASI PENILAIAN KETERAMPILAN PROSES SISWA
Lampiran 3
|
No |
Aspek yang Diamati |
Siklus I |
Siklus II |
Siklus III |
Rerata |
Kategori |
|
1 |
Keterampilan mengamati |
80 |
82 |
83 |
81.67 |
Baik |
|
2 |
Keterampilan mengklasifikasi |
78 |
82 |
84 |
81.33 |
Baik |
|
3 |
Keterampilan menafsirkan |
76 |
78 |
80 |
78.00 |
Baik |
|
4 |
Keterampilan memprediksi |
79 |
80 |
82 |
80.33 |
Baik |
|
5 |
Keterampilan membuat hipotesa |
80 |
82 |
82 |
81.33 |
Baik |
|
6 |
Keterampilan melaksanakan eksperimen |
78 |
84 |
85 |
82.33 |
Baik |
|
7 |
Keterampilan mengkomunikasikan |
76 |
80 |
81 |
79.00 |
Baik |
|
8 |
Keterampilan mengaplikasikan |
75 |
76 |
78 |
76.33 |
Baik |
|
Rerata |
77.75 |
80.50 |
81.88 |
80.04 |
Baik |
|
DATA NILAI EVALUASI AKHIR PEMBELAJARAN IPA
Lampiran 4
|
No |
N I S |
Nama Siswa |
L/P |
Pratindakan |
Siklus I |
Siklus II |
Siklus III |
|
1 |
5162 |
ABDUL SYAHPUTRA |
L |
60 |
70 |
70 |
80 |
|
2 |
5163 |
ADE ISNAINI LUBIS |
P |
60 |
70 |
70 |
80 |
|
3 |
5164 |
ALYA AMANDA |
P |
40 |
60 |
70 |
80 |
|
4 |
5165 |
ANDIKA RAMADANI HARAHAP |
L |
60 |
70 |
70 |
80 |
|
5 |
5166 |
ANINDA ERSYA RAMADHAN |
P |
40 |
60 |
70 |
80 |
|
6 |
5167 |
AZLIA RIZKA AZAHRA MARPAUNG |
P |
60 |
60 |
70 |
70 |
|
7 |
5168 |
BERLIAN ANATAYA PUTRI TARIGAN |
P |
40 |
60 |
60 |
60 |
|
8 |
5169 |
CHRISTIEN N CINTA PURBA |
P |
70 |
70 |
70 |
70 |
|
9 |
5170 |
CITRA AYUANITA |
P |
60 |
60 |
60 |
80 |
|
10 |
5171 |
DELILA DIRA ARDINA |
P |
40 |
80 |
80 |
80 |
|
11 |
5172 |
FADILLAH ALLIFFIA SASMITA |
P |
40 |
60 |
60 |
80 |
|
12 |
5173 |
FIDELIA JULIATI MATONDANG |
P |
80 |
80 |
90 |
90 |
|
13 |
5174 |
FIRNA ZAHARANI |
P |
40 |
40 |
60 |
60 |
|
14 |
5175 |
FITRIA ARDANA |
P |
40 |
80 |
80 |
80 |
|
15 |
5176 |
GARNIS ISWARA |
P |
60 |
60 |
70 |
80 |
|
16 |
5177 |
GRACE LORETTHA SIREGAR |
P |
70 |
70 |
70 |
70 |
|
17 |
5178 |
LIZZA ARFANNY |
P |
70 |
70 |
70 |
70 |
|
18 |
5179 |
MEILISA TRI ANDRIYANI |
P |
40 |
40 |
60 |
80 |
|
19 |
5180 |
MITHA PATRICIA |
P |
60 |
60 |
80 |
90 |
|
20 |
5181 |
MUHAMMAD DZAKI SIREGAR |
L |
40 |
40 |
70 |
80 |
|
21 |
5182 |
MUHAMMAD REZA |
L |
40 |
70 |
70 |
70 |
|
22 |
5183 |
MUHAMMAD YAHYA |
L |
40 |
70 |
70 |
70 |
|
23 |
5184 |
NISWAH ZHAFIRA KOMARUDDIN |
P |
40 |
60 |
60 |
70 |
|
24 |
5185 |
PARAS SUWANGGI ANGGRAINI |
P |
40 |
80 |
80 |
80 |
|
25 |
5186 |
PUTRI RAHMADANI |
P |
70 |
80 |
80 |
80 |
|
26 |
5187 |
PUTRI SUCIATI |
P |
40 |
60 |
60 |
60 |
|
27 |
5188 |
SHELA NOVITA NST |
P |
70 |
70 |
70 |
80 |
|
28 |
5189 |
SHELIA AMANDA PUTRI |
P |
80 |
80 |
80 |
80 |
|
29 |
5190 |
SOFIAH AINI |
P |
60 |
80 |
80 |
80 |
|
30 |
5191 |
WIDIA ALVIANI |
P |
70 |
70 |
70 |
90 |
|
31 |
5192 |
WIDYA KARTIKA |
P |
40 |
60 |
60 |
90 |
|
32 |
5193 |
YARA SALASABILA |
P |
70 |
80 |
80 |
90 |
|
33 |
5194 |
ZANSISCO ROGABE H.PARDOSI |
L |
70 |
80 |
80 |
90 |
|
Jumlah |
|
|
|
1800 |
2210 |
2320 |
2570 |
|
Rerata |
|
|
|
54,54 |
66,97 |
70,30 |
77,88 |
|
Prosentase Ketercapaian |
|
|
|
33,33% |
60,60% |
75,76% |
90,90% |
LEMBAR OBSERVASI SIKAP ILMIAH SISWA
Lampiran 5
Nama Guru : Nona Faziera Sari SPd MSi
Tanggal Pengamatan :…………………………
Observer : 1. Titi Hendrawati SPd.
2. Drs H Muslim Ginting.
Petunjuk Pengisian
Berilah skor dan kategori penilaian pada kolom yang tersedia berkaitan sikap ilmiah siswa sesuai dengan aspek yang diamati.
Skala penilaian untuk masing-masing aspek.
|
No |
Interval |
Kategori |
|
1. |
85 – 100 |
Sangat Baik (SB) |
|
2. |
70 – 84 |
Baik (B) |
|
3. |
55 – 69 |
Cukup (C) |
|
4. |
40 – 54 |
Kurang (K) |
|
5. |
00 - 39 |
Sangat Kurang (SK) |
|
No |
Aspek yang Diamati |
Skor |
Kategori |
|
1. |
Sikap ingin tahu |
|
|
|
2. |
Sikap mendapatkan
sesuatu yang baru |
|
|
|
3. |
Sikap kerjasama |
|
|
|
4. |
Sikap tidak putus
asa |
|
|
|
5. |
Sikap tidak
berprasangka |
|
|
|
6. |
Sikap mawas diri |
|
|
|
7. |
Sikap bertanggung
jawab |
|
|
|
8. |
Sikap berpikir bebas |
|
|
|
9. |
Sikap kedisiplinan
diri |
|
|
LEMBAR OBSERVASI KETERAMPILAN PROSES SISWA
Lampiran 6
Nama Guru : Nona Faziera Sari SPd MSi
Tanggal Pengamatan :…………………………
Observer : 1. Titi Hendrawati SPd.
2. Drs H Muslim Ginting.
Petunjuk Pengisian
Berilah skor dan kategori penilaian pada kolom yang tersedia berkaitan keterampilan proses siswa sesuai dengan aspek yang diamati.
Skala penilaian untuk masing-masing aspek.
|
No |
Interval |
Kategori |
|
1. |
85 – 100 |
Sangat Baik (SB) |
|
2. |
70 – 84 |
Baik (B) |
|
3. |
55 – 69 |
Cukup (C) |
|
4. |
40 – 54 |
Kurang (K) |
|
5. |
00 - 39 |
Sangat Kurang (SK) |
|
No |
Aspek yang Diamati |
Skor |
Kategori |
|
1. |
Keterampilan
mengamati |
|
|
|
2. |
Keterampilan
mengklasifikasi |
|
|
|
3. |
Keterampilan menafsirkan |
|
|
|
4. |
Keterampilan
memprediksi |
|
|
|
5. |
Keterampilan membuat
hipotesa |
|
|
|
6. |
Keterampilan
melaksanakan eksperimen |
|
|
|
7. |
Keterampilan
mengkomunikasikan |
|
|
|
8. |
Keterampilan
mengaplikasikan |
|
|
RENCANA PEMBELAJARAN SIKLUS I
Lampiran 7
|
Sekolah |
: |
SMP Negeri 1 Labuhan
Deli |
|
Mata Pelajaran |
: |
Ilmu Pengetahuan
Alam |
|
Kelas/Semester |
: |
VIII/2 |
|
Kompetensi Dasar |
: |
3.8 Menjelaskan tekanan
zat dan penerapannya dalam
kehidupan sehari- hari, termasuk tekanan darah, osmosis, dan
kapilaritas jaringan angkut pada tumbuhan |
|
Indikator |
: |
3.8.1 Menjelaskan konsep tekanan 3.8.2 Menganalisis hubungan antara gaya dan
luas permukaan terhadap besarnya
tekanan |
|
Alokasi Waktu |
: |
2
x 40
Menit |
A.Tujuan Pembelajaran
-Dapat menjelaskan konsep tekanan pada zat padat
-Dengan eksperimen dapat membuktikan hubungan antara gaya dan
luas permukaan terhadap besarnya tekanan
B.Materi Pembelajaran
Tekanan Pada Zat Padat
C.Metode dan Teknik
Pembelajaran
-Probex (Predict-Observe-Explain)
-Tanya Jawab
-Diskusi
-Presentasi
D.Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
|
No. |
Langkah-langkah
Pembelajaran |
Alokasi Waktu (Menit) |
Metode dan Teknik |
|
1. |
Kegiatan Awal |
|
|
|
|
Mengkondisikan siswa untuk siap mengikuti pembelajaran Menyampaikan tujuan pembelajaran Siswa melaksanakan
pretest |
2 3 5 |
Ceramah Tugas |
|
2. |
Kegiatan Inti |
|
|
|
|
Guru membagi siswa
dalam kelompok Guru membagikan LKS
dan memberikan petunjuk singkat pengerjaan LKS Siswa menuliskan
hasil prediksi terhadap fenomena yang berkaitan dengan tekanan pada zat padat
(predict). Siswa melakukan
percobaan tentang tekanan pada zat padat kemudian mencatat hasil percobaan
pada kolom observasi (observe). Siswa mendiskusikan beberapa
pertanyaan tentang tekanan pada zat padat kemudian mencatatkan jawabannya di
kolom penjelasan (explaini). Presentasi hasil
diskusi |
5 5 10 20 10 5 |
Ceramah Probex Probex Probex Presentasi |
|
3. |
Kegiatan Akhir |
|
|
|
|
Guru dan siswa
menyimpulkan hasil pembelajaran Siswa melaksanakan
post test |
5 10 |
Tanya jawab Penugasan |
E.Alat, Bahan, dan Sumber Belajar
-Alat
-Paku
-Paku yang diberi beban
-Paku tumpul
-Bahan
-Busa bunga
F.Sumber Belajar
- Buku pelajaran IPA Kelas V1II.
- Buku lain yang relevan
G.Penilaian
-Teknik
:Tes Tertulis
-Bentuk Instrumen : Pilihan Ganda
-Soal/Instrumen : Terlampir
Labuhan Deli, 17 Januari 2018
Kepala Sekolah,
Drs H Muslim Ginting.
NIP 1967111119980110025
Lampiran 8
|
Sekolah |
: |
SMP Negeri 1 Labuhan
Deli |
|
Mata Pelajaran |
: |
Ilmu Pengetahuan
Alam |
|
Kelas/Semester |
: |
VII/2 |
|
Kompetensi Dasar |
: |
Mengidentifikasi
terjadinya reaksi kimia melalui percobaan sederhana |
|
Indikator |
: |
Siswa mampu
menjelaskan ciri-ciri reaksi kimia sederhana |
|
Alokasi Waktu |
: |
2 x 40 Menit |
Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu mengidentifikasi terjadinya reaksi kimia melalui percobaan sederhana
Materi Pembelajaran
Ciri-ciri reaksi kimia
Metode dan Teknik Pembelajaran
Probex (Predict-Observe-Explain)
Tanya Jawab
Diskusi
Presentasi
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
|
No. |
Langkah-langkah
Pembelajaran |
Alokasi Waktu (Menit) |
Metode dan Teknik |
|
1. |
Kegiatan Awal |
|
|
|
|
Mengkondisikan siswa untuk siap mengikuti pembelajaran Menyampaikan tujuan pembelajaran Siswa melaksanakan
pretest |
2 3 5 |
Ceramah Tugas |
|
2. |
Kegiatan Inti |
|
|
|
|
Guru membagi siswa
dalam kelompok Guru membagikan LKS
dan memberikan petunjuk singkat pengerjaan LKS Siswa menuliskan
hasil prediksi terhadap fenomena yang berkaitan dengan ciri-ciri reaksi kimia
(predict). Siswa melakukan
percobaan tentangciri-ciri reaksi kimia kemudian mencatat hasil percobaan
pada kolom observasi (observe). Siswa mendiskusikan
beberapa pertanyaan tentang ciri-ciri reaksi kimia kemudian mencatatkan
jawabannya di kolom penjelasan (explaini). Presentasi hasil
diskusi |
5 5 10 20 10 5 |
Ceramah Probex Probex Probex Presentasi |
|
3. |
Kegiatan Akhir |
|
|
|
|
Guru dan siswa
menyimpulkan hasil pembelajaran Siswa melaksanakan
post test |
5 10 |
Tanya jawab Penugasan |
Alat, Bahan, dan Sumber Belajar
Alat
Gelas kimia
Pengaduk
Bahan
Air
Batu kapur/gamping
Sumber Belajar
Buku pelajaran IPA Kelas V1II.
Buku lain yang relevan
Penilaian
Teknik : Tes Tertulis
Bentuk Instrumen : Pilihan Ganda
Soal/Instrumen : Terlampir
Labuhan Deli, 16 Januari 2018
Kepala Sekolah,
Drs H Muslim Ginting.
NIP 1967111119980110025
RENCANA PEMBELAJARAN SIKLUS III
Lampiran 9
|
Sekolah |
: |
SMP Negeri 1 Labuhan
Deli |
|
Mata Pelajaran |
: |
Ilmu Pengetahuan
Alam |
|
Kelas/Semester |
: |
VII/2 |
|
Standar Kompetensi |
: |
Memahami berbagai
sifat dalam perubahan fisika dan perubahan kimia |
|
Kompetensi Dasar |
: |
Mengidentifikasi
terjadinya reaksi kimia melalui percobaan sederhana |
|
Indikator |
: |
Siswa mampu
menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi kimia |
|
Alokasi Waktu |
: |
2 x 40 Menit |
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi melalui percobaan sederhana
Materi Pembelajaran
Faktor-faktor kecepatan reaksi
Metode dan Teknik Pembelajaran
Probex (Predict-Observe-Explain)
Tanya Jawab
Diskusi
Presentasi
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
|
No. |
Langkah-langkah
Pembelajaran |
Alokasi Waktu (Menit) |
Metode dan Teknik |
|
1. |
Kegiatan Awal |
|
|
|
|
Mengkondisikan siswa untuk siap mengikuti pembelajaran Menyampaikan tujuan pembelajaran Siswa melaksanakan
pretest |
2 3 5 |
Ceramah Tugas |
|
2. |
Kegiatan Inti |
|
|
|
|
Guru membagi siswa
dalam kelompok Guru membagikan LKS
dan memberikan petunjuk singkat pengerjaan LKS. Siswa menuliskan
hasil prediksi terhadap fenomena yang berkaitan dengan faktor-faktor
kecepatan reaksi kimia (predict). Siswa melakukan
percobaan tentang faktor-fakor reaksi kimia kemudian mencatat hasil percobaan
pada kolom observasi (observe). Siswa mendiskusikan
beberapa pertanyaan tentang faktor-faktor reaksi kimia kemudian mencatatkan
jawabannya di kolom penjelasan (explaini). Presentasi hasil
diskusi |
5 5 10 20 10 5 |
Ceramah Probex Probex Probex Presentasi |
|
3. |
Kegiatan Akhir |
|
|
|
|
Guru dan siswa
menyimpulkan hasil pembelajaran Siswa melaksanakan
post test |
5 10 |
Tanya jawab Penugasan |
Alat, Bahan, dan Sumber Belajar
Alat
Gelas kimia
Gelas ukur
Pengaduk
Bahan
Air
Pasir
Tanah
Gula pasir
Sumber Belajar
Buku pelajaran IPA Kelas V1II.
Buku lain yang relev
Lampiran 10
LEMBAR KERJA
TEKANAN
ZAT PADAT
1. TUJUAN : Menyelidiki Tekanan pada
Benda Padat
2. ALAT DAN BAHAN
:a. 2 buah plastisin ukuran besar/
tanah liat/ tepung terigu
b. 2 keping uang
logam (Rp.500)
3. PREDIKSI :
4. OBSERVER:
1. Letakkan uang logam pertama Pada plastisin dengan posisi
horizontal dan uang logam kedua dengan posisi vertikal seperti gambar
dibawah ini.
2.Berilah dorongan pada kedua uang logam
tersebut dengan besar
dorongan atau kekuatan yang sama! Kamu dapat
menggunakan benda sebagai beban,
sehingga gaya yang diberikan dapat sama
besar.
3. Ambil
kedua uang logam tersebut dari plastisin, kemudian amatkedalaman bekas uang
logam itu!
4. Siapkan kembali plastisin dan uang
logam!
5.
Letakkan uang logam pada masing-masing
plastisin deposisi vertikal!
6.
Berilah dorongan pada uang logam pertama dengan dorongan yang kuat
(gaya besar) dan
pada uang logam
kedua dengan dorongan lemah (gaya kecil)!
7.
Ambil kedua uang logam tersebut dari plastisin, kemudian amati kedalaman bekas
uang logam itu!.
4. Hasil Pengamatan:
|
NO |
UANG LOGAM |
KONDISI |
GAYA |
KEDALAMAN PLASTISIN |
|
|
Vertikal |
horizontal |
||||
|
1 |
I |
|
|
|
|
|
2 |
II |
|
|
|
|
5. KESIMPULAN :
6. EXPLAIN :
Berdasarkan cara kerja diatas
dapatkah kamu menyebutkan
faktor-faktor apa sajakah
yang mempengaruhi besarnya
tekanan?
Bagaimanakah hubungan antara
tekanan dan luas
permukaan dengan gaya?
Penjelasan (Explain)
Bandingkan hasil prediksimu dengan hasil observasi! Adakah persamaan antara prediksimu dengan hasil observasi?
Jika ada perbedaan antara prediksimu dengan hasil observasi, sebutkan dan jelaskan mengapa terjadi perbedaan tersebut!
Lampiran 11
LEMBAR KERJA SISWA SIKLUS II
LEMBAR KERJA
TEKANAN
ZAT CAIR
3.
TUJUAN
: Menyelidiki Tekanan Zat Cair Pada Kedalaman
Tertentu
4. ALAT /BAHAN : 1. 2 buah gelas kimia
2. Pipa U atau selang berbentuk U
3.
Corong 4. Air berwarna
5. Minyak kelapa atau minyak goreng
6. Balon untuk menutup corong
3. PREDIKSI :
4. OBSERVER
:
1. Susunlah alat percobaan seperti
pada Gambar dibawah ini!
2.Isilah gelas
kimia dengan air!
3. Masukkan
corong ke dalam gelas kimia, kemudian
ubahlah
kedalaman
corong yang terdapat pada gelas kimia sesuai dengan
data kedalaman
(h) yang terdapat di dalam Tabel !
4. Amatilah
selisih permukaan air(∆h)
yang terdapat pada
pipa
U.Jangan lupa
lakukan percobaan ini dengan teliti dan cermat!
5. Ulangi
kembali percobaan di atas dengan mengganti air dalam
gelas kimia
dengan minyak kelapa atau minyak goreng!
6. Tuliskan
hasil pengamatan pada Tabel 7.1!
5.
Hasil Pengamatan:
6.
EXPLAIN :
1. Menurutmu, manakah yang lebih
besar antara massa jenis air
atau massa jenis minyak goreng?
2. Bagaimana selisih
ketinggian air pada pipa U jika
corong
dimasukkan semakin dalam pada gelas kimia?
5.
Coba bandingkan selisih ketinggian air pada pipa U
pada setiap kedalaman
corong ketika dimasukkan
ke dalam gelas
kimia yang berisi air dan ketika berisi minyak goreng! Manakah yang memiliki selisih ketinggian lebih besar?
4.Penyebab selisih ketinggian adalah adanya
tekanan
dari cairan (air dan
minyak) yang diteruskan
melalui corong dan
selang. Faktor apa sajakah
yang memengaruhi besarnya
tekanan dari percobaan ini?
7.
KESIMPULAN :
Penjelasan (Explain)
Bandingkan hasil prediksimu dengan hasil observasi! Adakah persamaan antara prediksimu dengan hasil observasi?
Jika ada perbedaan antara prediksimu dengan hasil observasi, sebutkan dan jelaskan mengapa terjadi perbedaan tersebut!
Sesuai dengan percobaan tersebut, sebutkan zat-zat yang bereaksi (reaktan) dan zat-zat hasil reaksinya (produk)!
Simpulkan ciri-ciri suatu reaksi kimia berdasarkan percobaan yang telah dilakukan!
Lampiran 12
LEMBAR KERJA SIKLUS III
LEMBAR KERJA
TEKANAN ZAT GAS
1.TUJUAN : Membuktikan Tekanan pada Udara
2.ALAT /BAHAN :1.Labuh Erlenmeyer 2. Larutan Asam cuka
3. Balon
4. Soda kue
3. PREDIKSI
:
4. OBSERVER:
1. Masukkan larutan asam cuka ke dalam
erlenmeyer.
2. Masukkan soda kue kedalam balon
3. Masukkan balon ke erlenmeyer
4. Amati apa yang terjadi pada balon
5.Hasil
Pengamatan:
7. EXPLAIN :
1. Ketika gelas yang
berisi soda kue dibalik
ke dalam gelas erlenmeyer,Balon
mengembang Jelaskan mengapa
hal ini dapat terjadi!
2. Adakah suhu mempengaruhi tekanan gas didalam balon?
3. Berikan contoh tekanan gas dalam kehidupan
sehari-hari
6.KESIMPULAN :
Penjelasan (Explain)
Bandingkan hasil prediksimu dengan hasil observasi! Adakah persamaan antara prediksimu dengan hasil observasi?
Jika ada perbedaan antara prediksimu dengan hasil observasi, sebutkan dan jelaskan mengapa terjadi perbedaan tersebut!
!
LEMBAR EVALUASI SIKLUS I
Lampiran 13
Mata Pelajaran : IPA
Konsep : Tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
Sub Konsep : Tekanan Pada zat Padat
Kelas/Semester : VIII/2
Waktu : 10 Menit
Nama :……………………………. Kelas :…………………………….
1.Berikut
ini yang bukan penerapan konsep tekanan dalam
kehidupan sehari-hari adalah ….
A. penggunaan pisau runcing untuk
memudahkan memotong
B. itik dapat
berjalan dengan mudah di lumpur karena memiliki selaput
C. pembuatan
permukaan meja dengan bahan kayu yang kuat
D. penggunaan
tali yang besar pada ember agar mudah di angkat
2.Di bawah ini
adalah besaran yang dapat mempengaruhi besar kecilnya tekanan adalah ….
A.
gaya tekan dan luas bidang tekan
B. gaya
tekan dan luas permukaan benda yang ditekan
C. massa
benda dan luas permukaan benda
D. berat
benda dan keruncingan benda
3. Satuan tekanan
dalam sistem Satuan Internasional (SI) adalah ….
A. Kg/m.s2
B. N/m2
C. gr/cm.s2
D. dyne/cm2
4. Sebuah peti
kayu berbentuk balok berukuran panjang m, lebar 1 m, dan tebal 50 cm
memiliki berat sebesar 400 N. Jika peti tersebut berada di atas lantai dengan
posisi tegak, maka tekanan yang dihasilkannya adalah ….
A. 200 N/m2
B.
400 N/m2
C.
600 N/m2
D.
800 N/m2
5. Budi mendorong
gerobak dengan kedua tangganya dan membutuhkan gaya sebesar 90 Newton. Apabila
luas sebuah telapak tangan adalah 150 cm2, maka tekanan yang
diberikan Budi pada gerobak adalah sebesar ….
A.
3.000 N/m2
B.
6.000 N/m2
C.
8.000 N/m2
D.
10.000 N/m2
LEMBAR EVALUASI SIKLUS II
Lampiran 14
Mata Pelajaran : IPA
Konsep : Tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
Sub Konsep : Ciri-ciri reaksi kimia
Kelas/Semester : VII/2
Waktu : 10 Menit
Nama :……………………………. Kelas :…………………………….
Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d jawaban yang paling tepat!
1.
Sebuah balok kayu bermassa 40 kg disimpan
diatas meja. Luas bidang sentuh balok 8.000cm2. Jika percepatan
gravitasi 10 m/s2, tekanan yang dialami meja adalah..
A. 100 Pa
B. 400 Pa
C. 500 Pa
D. 800 Pa
2.
Faktor yang tidak mempengarui besarnya tekanan
hidrostatis adalah..
A. massa jenis zat
B. luas bidang
C. percepatan gravitasi
D. kedalaman
3.
Sebuah
drum diisi air setinggi 125 cm. Jika massa jenis air 1.000 kg/m3 dan
percepatan gravitasi g = 10 m/s2, maka tekanan air di dasar drum
adalah..
A. 10.000 Pa
B. 12.000 Pa
C. 12.500 Pa
D. 25.000 Pa
4.
Sebuah
bejana berhubungan diisi air dan minyak. Massa jenis air g/cm3 dan
massa jenis minyak 0,8 g/cm3. Jika tinggi permukaan air dari batas
minyak 10 cm, maka tinggi permukaan minyak adalah..
A.12,5 cm
B. 10 cm
C. 8 cm
D. 7,5 cm
5. 6.
Jika massa jenis sebuah benda 670 kg/m3 dicelupkan ke dalam air
yang massa jenisnya 1.000 kg/m3, yang terjadi pada benda tersebut
adalah..
A. benda melayang
B. benda terapung
C. benda tenggelam
D. benda di dasar air
LEMBAR EVALUASI SIKLUS III
Lampiran 15
Mata Pelajaran : IPA
Konsep : Tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
Sub Konsep : Faktor-faktor Laju Reaksi
Kelas/Semester : VII/2
Waktu : 10 Menit
Nama :……………………………. Kelas :…………………………….
Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d jawaban yang paling tepat!
Sebuah balon
yang memiliki volume 10 m3 ketika diukur ternyata sebesar 5
atm. Jika tekanannya dijadikan 20 atm, maka volumenya akan menjadi sebesar ….
A. 1,5
m3
B. 2,5
m3
C. 3,0
m3
D. 4,0
m3
2. Alat ukur tekanan udara dalam
tabung tertutup adalah a. barometer c. manometer
b. hidrometer d. Fluviometer
3.Tekanan udara
di lereng gunung dengan ketinggian 400 meter adalah . . .
a. 76 cmHg c. 72 cmHg
b. 74 cmHg d. 70 cmHg
4.Upaya yang
dapat dilakukan untuk
mendapatkan tekanan yang besar adalah ….
A. mengurangi gaya tekan dan memperbesar luas bidang
B. mengurangi
gaya tekan dan memperkecil luas bidang
C. meningkatkan
gaya tekan dan memperbesar luas bidang
D.
meningkatkan gaya tekan dan memperkecil luas bidang
5.Proses
pertukaran antara O2
dengan CO2 terjadi
secara
A. difusi
B. Osmosis
C. Koloid
D .Merata